Tentang UNSOED Berdampak
UNSOED Berdampak adalah gerakan strategis Universitas Jenderal Soedirman yang menegaskan bahwa universitas harus memiliki pengaruh nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Konsep ini lahir dari kesadaran bahwa perguruan tinggi adalah agen transformasi sosial di tengah dinamika perubahan global.
Gerakan ini menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi merupakan pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Melalui UNSOED Berdampak, sivitas akademika UNSOED — dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan — bersinergi bersama pemerintah daerah, industri, LSM, dan komunitas lokal untuk menyelesaikan tantangan nyata di masyarakat.
Pilar Program UNSOED Berdampak
Pengembangan Perdesaan
Mendorong kemajuan dan kemandirian desa melalui teknologi tepat guna, pertanian berkelanjutan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Riset Berbasis Kearifan Lokal
Mengangkat potensi lokal sebagai objek dan solusi riset — dari tanaman obat, pangan tradisional, hingga sistem sosial masyarakat adat.
Kolaborasi Multipihak
Membangun ekosistem kolaborasi antara kampus, pemda, industri, NGO, dan komunitas untuk dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pendidikan Berdampak Luas
Memastikan akses pendidikan berkualitas menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, termasuk dari daerah terpencil dan kelompok rentan.
Keberlanjutan & SDGs
Setiap program diarahkan untuk berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat komunitas dan daerah.
Inovasi Solusi Nyata
Hilirisasi hasil riset menjadi produk dan layanan yang langsung menjawab kebutuhan masyarakat — bukan hanya publikasi ilmiah.
KKN Berdampak: “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak”
“Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045”
— Tema KKN Periode Januari–Februari 2026
KKN periode Januari–Februari 2026 menjadi wujud nyata gerakan UNSOED Berdampak. Sebanyak 1.115 mahasiswa diterjunkan selama 35 hari (7 Januari – 10 Februari 2026) ke desa-desa di 6 kabupaten (Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo), ditambah Kabupaten Banyumas dan Belitung Timur (KKN Nusa Persada).
Inovasi KKN 2026 mencakup KKN Anti Kekerasan (bersama Satgas PPKPT UNSOED), kampanye Keterbukaan Informasi Publik, partisipasi dalam Eksibisi SINAR Ketahanan Pangan, dan transformasi digital KKN melalui platform Eldiru (e-learning) serta kolaborasi UPA TIK UNSOED.
Program kerja setiap kelompok KKN diselaraskan dengan prioritas program desa yang sejalan dengan program pemerintah — memastikan kontribusi mahasiswa bersifat sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan.
Bergabung dalam Gerakan UNSOED Berdampak
Apakah Anda pemerintah daerah, pelaku industri, NGO, atau komunitas yang ingin bermitra dengan UNSOED? Kami terbuka untuk kolaborasi yang berdampak nyata.